Bayang bayang, sungguh sayang di siang yang tak terik. Redup, tak jelas, berbentuk pun tak layak dikata. Mentari tak berpihak, kepada tubuh,...Read More
Si hitam bermain benang. Menendang nendang, di lantai kotor penuh debu. Ia berguling guling, menganggap benang adalah musuhnya. Berkali kali...Read More
Menahan diri untuk tidak mengirim SMS adalah sulit bagiku. Tak menyapa menjadi ganjalan di hati, padahal ia tak pernah berinisiatif untuk me...Read More
Pemburu beraksi. Ke luar dari rumah, naik ke jeep, menuju hutan. Menyandang senapan, berseragam mirip tentara kalap, muka penuh semangat unt...Read More
Sekadar eksibisi. Bukan menjadi yang utama. Tak masalah. Itu justru menjadikan semacam kuda liar. Yang bebas memekik, tanpa harus terikat ol...Read More
Kuda nil menguap lebar. Ia hanya berani melirik seekor lalat yang berputar putar di atas kepalanya. Ingin menangkap, tapi tak berdaya, lemak...Read More
Rara berubah aksen. Menjadi ngapak. Serasa jiwa ini disambar petir. Bagaimana jika ia besar nanti, dan kembali lagi ke kampung halaman Uti d...Read More
Meja bundar, penuh makanan lezat. Nasi, sayur, juga minum yang di sana tampak susu dicampur madu. Piring piring tertata rapi, disebelahi sen...Read More
Dewa Bayu dan Dewa Tirta ribut. Mereka uring uringan. Ini gara gara, pekerjaan saling tumpang tindih. Bayu merasa tugasnya diserobot oleh Ti...Read More