Header Ads

Taksi dan Bemo: Penghasilan Pas pasan Boros Napas

Membelanjakan uang kepada sesuatu yang tak pantas, antara ingin dan tak diinginkan. Panas, di kepala serasa akan meledak, di perut tanpa gizi, dan di kaki antara tertahan dan melaju. Uang tipis terkuras cepat bak bemo dianggap BMW. Tak menyadari seberapa kemampuan diri. Laiknya seorang sopir bemo tanpa SIM menjajakan jasa di kerumunan ibu ibu yang lebih nikmat melambaii sopir taksi.

'Taksi!'
BlueBird meluncur secepat kebutuhan para ibu yang seperti ingin mengejan melahirkan dua bayi sekaligus.
'Bemo.' Lebai suara terdengar. Wajah melengos, menyembunyikan suara yang tadi sudah jelas dikeluarkan.
Tak jadi. Menahan hasrat yang harus taksi. Bemo saja cukup. Suarakan kembali kata yang tadi. Iya, kata yang telah diucap. Sekarang dengan tegas. Lantang: BEMO.
Begitu, terkesan lebih mantap. Tanpa teding aling aling. Hanya masalah kebiasaan. Selanjutnya hati terpaku. Tanpa tersiksa.

Uang, kembali menghantui. Dulu hilang, kemarin dicari, didapat, dan kini memohon ia kembali lagi. @#$%

Tidak ada komentar