Header Ads

CPNS DOSEN 2014 (Bagian 23): Menjawab dengan Tangkas


Sisa tiga peserta ujian wawancara sore itu: saya dan dua perempuan kenalan baru saya yang bernama Andina dan Rina. Entah rahasia Tuhan apa hingga kami dapat urutan paling buncit. Semua sudah pulang melepas ketegangan sedari pagi. Sementara kami bertiga, masih saja menunggu dalam degup jantung yang tak beraturan.

Rina sama sama alumnus UGM hingga obrolan kami nyambung. Andina, karena suaminya lelaki, bisa saya tarik dalam perbincangan hingga menanti giliran interviu tak menjemukan. Pun sore itu pecah oleh candaan kami hingga salah satu penguji ke luar dan memarah marahi kami untuk tidak berisik. Kami sejenak tutup mulut untuk kembali bergurau namun dengan volume lirih.

Beruntung saya telah menemui tes wawancara yang kebanyakan berakhir tragis alias tak lolos. Justru dengan itu, saya belajar kekurangan saya dan memperbaikinya di masa mendatang. Inilah saat yang tepat untuk menggoyang pewawancara, yang kata peserta sebelumnya menyeramkan, ah itu hanya strategi mereka, dan menarik simpati penginterviu berujung saya lulus CPNS dosen di Universitas Siliwangi.

Intinya, jawablah dengan jujur. Pun semisal kita butuh memanipulasi informasi dari diri kita, boleh tetapi dalam takaran wajar dan logis. Saat itulah ketangkasan berbincang kita dalam ujian. Pengetahuan dan pengalaman kita juga para penginterviu ukur apakah mampu menjalani tugas menantang nantinya sebagai dosen. Syukur alhamdulillah, saya melepaskan jurus jurus maut yang semoga para pewawancara puas!


2 komentar: