Header Ads

Heidi's Review

Rating:★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:Johanna Spyri
Review Buku (1)

Judul Buku : Seri Cerita Dunia, HEIDI
Penulis : Johanna Spyri (Swiss)
Penerbit : Read! Publishing House (Kelompok Mizan)
Genre : Novel Komik (Nomik)
Karakteristik : 236 halaman, 19 cm

Ini pertama kalinya saya membaca buku dari penerbit Read! Publishing House yang ternyata merupakan salah satu lini penerbitan Mizan. Selama ini saya mengenal Mizan sebagai penerbit buku-buku agama yang cenderung ke arah pemikiran kritis dan mendalam seperti karangan M. Quraish Shihab dengan buku andalannya Membumikan Al Qur’an ataupun seri-seri tulisannya yang membahas kandungan ayat-ayat kalam Illahi. Sedangkan untuk buku-buku lainnya, saya masih memandang sebelah mata dengan kemampuan yang dikeluarkan oleh penerbit dengan kantor pusat di Bandung, Paris van Java.
Pepatah dari negeri seberang, Don’t judge the books by it’s cover, seakan menjadi landasan yang baik dan dewasa dalam memahami apapun dalam menilai sesuatu. Di saat kesenangan saya mengoleksi buku-buku sedang mencapai puncaknya, biasanya tertumpu pada satu penerbit favorit saja, sudah saatnya saya melakukan eksplorasi ke penerbit lain seperti Mizan yang saya yakin penuh dengan buku berkualitas. Sehingga proses pencarian ini diharapkan dapat menambah serapan khazanah ilmu pengetahuan menjadi beraneka ragam dan kelak diimplementasikan di kehidupan sehari-hari.
Saat itu hari Sabtu tanggal 17 Maret 2007, liburan panjang karena Senin adalah hari raya keagamaan, saya sengaja bertandang ke sebuah agen buku di daerah Lempuyangan untuk berekreasi mencari sekedar informasi buku terbaru dan tentu membelinya. Mengapa saya tak membeli buku di Gramedia ataupun toko buku besar lainnya, mengingat potongan harga buku sebesar 25 sampai dengan 30 persen menjadi daya tarik tersendiri dan mampu mengalirkan air liur dengan amat derasnya.
Toko tersebut telah menawarkan berbagai jenis buku sedari pintu masuk. Walaupun luasan ruangan hanya sekitar 15 meter persegi, namun koleksi buku-bukunya cukup menarik untuk dijadikan pelengkap perpustakaan kecil di rumah. Biasanya dalam pemilihan buku saya mendasarkannya kepada kebutuhan aktual buku bacaan. Jika kondisi tubuh gontai nan lemah maka dibutuhkan novel dengan cerita segar dan menghibur, begitu juga bila dirasa diperlukan penaikkan moral dalam motivasi bekerja maka buku jenis personality layak untuk dipilih. Bagi saya buku merupakan sarana hiburan yang murah namun sarat dengan usaha perbaikan diri.
Pandangan saya kali ini tertuju kepada sebuah buku seri dunia berjudul Heidi terbitan Read! Publishing House (Kelompok Mizan) dengan sampul buku yang menarik dan interaktif ditambah tempelan kalimat “best seller international” seolah kualitas buku yang saya pegang tak diragukan lagi. Tapi yang menjadi permasalahan adalah buku tersebut masih dalam segel berplastik yang tak memungkinkan calon pembeli untuk sekedar mengintip isi buku. Kemungkinan hal ini merupakan strategi pemasaran pihak penerbit agar peminat merasa penasaran untuk membeli buku hanya didasari dengan membaca sinopsis bagian belakang buku. Hal ini tentu menjadi tugas seorang editor untuk membuat penampilan luar dan dalam buku menjadi lebih menarik.
Akhirnya setelah melakukan pencarian yang melelahkan dan penuh dengan konsentrasi layaknya James Watt bereksperimen membuat mesin uap, saya akhirnya membeli beberapa buku yang dirasa memberi perubahan menuju pencerahan sejati. Sesegera mungkin setelah sampai di rumah saya menyantap hidangan tersebut dengan amat lahapnya. Maka proses penataan cara berfikir segera dimulai.

Penilaian

Heidi merupakan buku bacaan berjenis novel dengan sedikit selingan cerita bergambar. Pengarangnya, Johanna Spyri, adalah wanita berkebangsaan Swiss yang dalam sinopsis bagian belakang buku sangatlah aktif menelorkan beberapa buku terkhususkan cerita anak. Buku ini bercerita tentang seorang anak kecil bernama Heidi yang hidup di sebuah dusun kecil Dorfli beserta keluarganya. Waktu penceritaan berlangsung sekitar 3 tahun, terhitung dari permulaan cerita tatkala Heidi berumur 5 tahun –diserahkannya pengasuhan Heidi dari Bibi Dete kepada Paman Alm- hingga ia menginjak usia 8 tahun.
Setelah selesai membaca keseluruhan isi cerita, sudah selayaknya dikritisi mengenai isi cerita, plot dan setting, penyampulan dan segala aspek buku Heidi. Terdapat beberapa kelemahan-kelemahan pada buku ini, yaitu:
1. Pada awal pembacaan buku, saya menebak arah cerita akan berpusat pada penokohan Heidi dengan segala riuh rendah kehidupannya. Akan tetapi di sepanjang cerita terlihat ketidak-fokusan penulis dalam penokohan cerita. Pergantian bab ke bab lain terasa datar dan tidak mendalam, mengesankan kurangnya eksplorasi dalam meramu cerita menjadi lebih cerdas. Dalam hal ini Johanna Spyri terkesan gagal dalam menokohkan Heidi.
2. Saat introduksi cerita kita ditawarkan sebuah adegan dengan harapan menguras air mata pembaca. Bibi Dete yang tak sanggup lagi merawat Heidi –karena ingin bekerja di Frankfurt- menyerahkan balita yatim piatu dengan amat mengecewakan. Dialog-dialog yang dilontarkan terkesan biasa saja, padahal sedari awal Bibi Dete dikesankan sebagai pribadi yang judes dan kejam.
3. Pada halaman 38 sebagai pengawal cerita bergambar, terlihat terlalu dipaksakan keberadaannya. Kedekatan hubungan antara Paman Alm dan Heidi pada gambar tidak mendukung adegan sebelumnya. Bab sebelumnya “Menggembala kambing” dan “Nenek” tidak memberikan pancingan cerita menjadi kesatuan cerita nan utuh. Memang pada bab 2 bertajuk “Bersama kakek” sempat dijelaskan proses kedekatan hubungan mereka, tetapi cenderung biasa saja dan beku.
4. Dari awal hingga akhir cerita, dapat dinilai bahwa Heidi hanyalah anak kecil biasa, tak istimewa dalam kelebihan, bahkan cenderung tidak kritis. Sepanjang cerita kesukaannya hanya bermain di padang rumput bersama dengan Peter atau Clara menggembala kambing dan menikmati suasana pegunungan.
5. Masih berhubungan dengan poin 4, kekritisan Heidi yang tak menonjol dipertegas dari keengganannya belajar ataupun sekedar menanyakan hal-hal yang menarik perhatian. Malahan pada halaman 108 timbul suatu mukjizat dengan tiba-tiba Heidi mampu membaca buku setelah belajar berdoa. Penulis terlalu berkhayal berlebihan pada kasus ini.
6. Pertanyaan besar yang ingin saya kemukakan adalah tentang penggunaan puisi pada halaman 142. Terdapat semacam kecurigaan bahwa untaian kata tersebut bukan terjemahan asli dari Johanna Spyri. Sepertinya pihak penerjemah menambah-nambahkan kata sehingga menambah efek mendalam. Berbeda sekali dengan adegan-adegan sebelumnya yang terkesan standar. Tapi saya juga tak mengerti apakah kecurigaan ini beralasan?

Sangat tak adil apabila kita mengurai habis kekurangan-kekurangan dalam penyusunan buku Heidi tanpa kita menunjukkan kelebihannya. Ini seperti menertawakan kesalahan kecil orang lain, sedangkan kealpaan diri yang bergunung-gunung masih menunggu tangan kita untuk menyelesaikannya. Berikut disajikan kelebihan buku Heidi:
a. Penampilan eksotis pada sampul depan dan penjelasan cerita singkat di belakang buku sungguh membuat calon pembeli tertarik.
b. Peluncuran nomik bagi anak-anak sangat bagus, di tengah gencarnya cerita komik bergambar yang miskin intelektualitas, karena menawarkan novel ringan dengan bumbu penyedap beberapa gambar kocak. Saya yakin anak-anak dalam masa pertumbuhannya akan lebih dapat mengapresiasi novel sastra lebih maju sehingga menunjang daya kreativitas dan imajinasi anak.
c. Cerita yang berakhir dengan kegembiraan sangat cocok dikonsumsi bagi anak-anak. Karena pada taraf perkembangan psikologis anak layak dipaparkan sebuah hasil manis sebagai buah kerja keras dan kesusahan terlebih dahulu.

Demikian penilaian terhadap buku Seri cerita dunia: Heidi, semoga menjadi bahan perenungan bagai kemajuan penulisan cerita anak. Cayo, dunia penulisan di tanah air!

YK, 20-3-2007

1 komentar:

  1. Sering kalah dalam bermain Slot?
    Atau
    Tidak pernah Menang Sama sekali di agent lama anda??

    Jangan Kecewa kawan
    Mari join bersama kami

    Dapatkan ragam permainan Slot terlengkap
    Serta Bonus Menarik setiap harinya

    Slot Wild Wild Riches dimainkan pada gulungan formasi 4×5 klasik namun menarik yang hanya menampilkan enam simbol pada dua gulungan pertama, sementara tiga lainnya memiliki 12 simbol, 3 pada setiap baris.


    Silahkan kunjungi Review Game Slot Terbaru dan slalu update hanya di Demoslot

    KLIK >>> REVIEW DEMO SLOT ONLINE

    KLIK >>> FACEBOOK DEMO SLOT ONLINE

    KLIK >>> TWITTER DEMO SLOT ONLINE

    KLIK >>> INSTAGRAM DEMO SLOT ONLINE

    KLIK >>> REGISTER BVGAMING

    KLIK >>> PROMO BOLAVITA

    Nikmati permainan menarik lainnya secara GRATISS.

    BANTUAN & DUKUNGAN
    Customer Service 24 Jam

    WA +62 812-9739-2623
    WA +62 812-1495-2061

    KLIK >>> WhatsApp BOLAVITA

    BalasHapus