Header Ads

Aku Benci WC Berkloset Duduk: Jongkok adalah Pilihan

Kloset duduk. Aku tak bisa memakainya. Sudah terbiasa pakai yang jongkok. Rasanya jijik. Bekas bokong orang. Siapa tahu si Anu penuh burik. Panuan, kadasan, atau sedang terkena cacar. Pengin teriak, tapi aku tahan. Ini rumah orang. Aku tamu harus menghargai si tuan. Karena, salah tata krama sedikit, dijamin merugikan diriku sendiri.

Kuputuskan untuk naik kloset. Bertanya kepada temanku, aku malu. Jangan jangan, ia menawarkan kamar mandi pembantu. Kelasku dengan para rewang jelaslah berbeda. Belum lagi, bayangan kamar mandi jorok ada di otakku. Muntah lihat bak yang menguning. Atau, gayung yang penuh dengan kerak. Memang sih, kloset jongkok pastilah ada di WC pembantu. Tapi, sudahlah. Ini kuanggap sebagai latihan. Barangkali, aku terkena kutukan menjadi kaya seperti sahabatku. Si Barry yang dulu sehidup semati berjuang dari nol. Dan ia lebih dahulu kaya. Aku belum, terus meretas.

Antara jongkok, naik kloset, bokong menempel di keramik. Depresi aku dibuat. Jongkok di keramik bikinan orang Barat, aku takut akan ambrol. Dan, aku berteriak minta tolong, karena jatuh terjerembab. Dengan tahi yang berceceran di lantai. Di mana mana. Betapa malu aku. Aku menghitung, berapa kilo bobot tubuhku. Lalu tekanan yang dibuat dengan gaya jongkok di atas kloset. Apakah seimbang. Amankah, jebolkah, atau biasa saja tak ada apa apa. Tuhan, bantulah diriku untuk yakin jika kloset duduk berbaikan denganku.

Kaki kananku menyentuh bibir kloset. Kuangkat badan. Lalu, kaki kiri.
Menghadap tembok WC, aku berbalik 180 derajat. Kanan dan kiri kaki bergantian posisi sekarang.
Jongkok, jongkok, lebih berjongkok. Bulir keringat mulai berproduksi. Kuangkat baju agar lebih nyaman. Posisi sudah tepat seperti di kamar mandi rumah. Jongkok ekslusif.

Dua menit, aku tegang. Lima menit, masih tak bisa meluluskan niat. Sungguh susah. Belum terbiasa, akal rasioku menjawab. Aku pun melompat. Untung tidak terpeleset. Cepat cepat membersihkan diri. Kabur dari kamar mandi berkloset duduk. Kejam dunia. Aku tak suka kloset duduk.

Tidak ada komentar