Header Ads

WAROENG POHON SEWON: Menyantap di Antara Akar Akar Pohon Menjalar

Memasuki gerbang waroeng pohon yang bercirikan pasangan batu kali, saya dan tiga teman saya disambut oleh beberapa karyawan yang mengenakan busana batik yang sama. Mereka mengulas senyum lebar dan mengiringi langkah kami memilih tempat duduk untuk melepas lelah setelah hampir setengah jam menuju lokasi sini. Kami memilih tempat duduk terbuka dan tidak di rumah rumahan yang tersedia pula. Alasannya, supaya semilir.

Sepanjang mata berkeliling memandang, waroeng pohon penuh dengan pepohonan yang menjulang dengan akar akarnya menjalar ke mana mana. Kesannya seperti di tengah hutan belantara. Ada beberapa kumpulan pengunjung waroeng yang memilih di rumah rumahan berciri unik. Kebanyakan dari amatan, mereka para karyawan kantoran yang memilih makan siang di waroeng asyik ini. Banyak spot duduk yang bisa kita pilih dan puas oleh kenyamanan ruang mengobrolnya.

MENU RUMAHAN yang ENAK MURAH MERIAH

Seorang pramusaji mengulurkan daftar menu yang kami menerimanya dengan penuh semangat. Dari kami memilih minuman sesuai selera seperti es degan, es teh, aneka jus, dan karena datangnya ramai ramai, makanannya redaksi pilih paket agar bisa saling mencicipi.

Paket gurameh jadi pilihan wajib. Sayur asem, tempe dan tahu, terong krispi yang spesial, jamur goreng, wader goreng, dan masih banyak lagi. Sambal di sini juga beraneka rupa dan tampak lezat. Tidak menunggu lama, atas kesigapan para pelayan waroeng pohon, pesanan hadir dengan fresh karena uapnya masih membumbung dari nasi, sayur, dan lauk pauknya.

Benar adanya, masakan di waroeng pohon seperti olahan rumahan yang tak akan bosan jika mengulang ulangnya. Tampak dari kami memilih sambal yang super pedas dan ia mencucurkan keringat deras. Gurameh bakarnya tandas karena rasanya yang gurih, asam, manis, pastinya cocok di lidah saya. Saking enaknya, tulang tulangnya juga saya sesapi.

Usai melahap seluruh menu pesanan, tiba saatnya membayar. Apa yang terjadi? Untuk ukuran empat orang, bonnya tidak memberatkan. Sangat terjangkau. Saya menganalisis jika waroeng pohon tidak mematok harga tinggi karena tingkat persaingan usaha kuliner di Jogja sangat ketat. Terlalu mahal akan para pengunjungnya kapok.

Anda yang ingin mencoba sila memacu kendaraan ke Jalan Parangtritis km 6, Sewon, Bantul. Jika dari Jogja, waroeng pohon berdekatan dengan SMPN 2 Sewon dan sebelum ISI Yogyakarta. Salam wisata kuliner Jogja!

Tidak ada komentar