Header Ads

Menunggu Bus Cinta

    Menunggu bus cinta. Lama sekali aku menanti. Aku berangkat terlalu awal. Kuberharap aku bertemu teman-teman sebelum bus menyapa hati. Tapi, hanya segelintir orang yang sudah datang. Selebihnya masih berdandan entah di salon atau di rumah sendiri.
    Jam 1 siang. Masih setengah jam sebelum bus datang. Terpaksa mata kupelototkan di depan monitor komputer. Kuketik kata-kata yang tak jelas arahnya. Bermimpi menjadi pemeran pengganti Tom Cruise, menjadi sutradara film horor, atau menghardik pembantu malas yang tak sigap membersihkan rumah. Jenuh, sejenuh seorang editor yang berkeluh kesah karena kreativitas hampir terbang dari tubuhnya. Aku mencari-cari berita kriminalitas di salah satu situs internet. Banyak sekali dan kualitasnya menyeruak hingga menyundul langit.
    Malam nanti pasti acara meriah. Kutebak akan ada prosesi penyematan lencana penghargaan untuk seorang yang tengah naik daun. Jutaan keping rupiah hampir pasti dia terima. Senyum lebarnya terus dia sodorkan ke seluruh penonton. Tepuk tangan berdiri hampir pasti dia terima. Aku akan melihat fenomena itu. Anak bangsa yang memberikan inspirasi ke berjuta-juta insan di tanah air. Air mataku leleh, air liurku menetes, melihat kegembiraan dirinya.
    Waktu terus merambat. Satu persatu teman berdatangan. Wewangian menguar dari balik baju terbaik mereka. Menyajikan sejuta pesona hingga teman-teman di kota ujung terpesona. Lama sekali bus itu datang. Menjemukan, tapi tak sejemu salah seorang temanku yang mengatakan dia suntuk.

2 komentar:

  1. menghardik pembantu malas yang tak sigap membersihkan rumah.
    ----------------------------------------------------------------------------------------------

    awas kena UU KDRT mas?

    BalasHapus
  2. Undang-undang apa itu?
    Tak ada peraturan lagi di negeri ini, Bah! hahaha

    BalasHapus