Header Ads

LENTOG ITU APA?


Mau sarapan soto kudus, semalam sudah menyantapnya. Kuliner apa yang cocok untuk memulai Minggu pagi di Kudus? Lentog, jawab teman saya. Saya berpikir pikir kuliner macam apa itu. 

Lentog = lele + entog atau angsa

Pasti ada sambal terasinya. Wah, saya selain tidak biasa makan sambal pada pagi hari yang berujung mencret, terasi mengancam susuk berkah copot satu persatu dari tempat ia terbenam di wajah dan sisi tubuh tersembunyi saya. Saya menolak ide teman saya untuk sarapan lentog. 

'Nei. Tidak. Ketimbang saya sakit perut.' yakin saya. 

'Coba saja. Pasti nyaman di lidah dan perutmu.' balas teman saya.

Dengan terpaksa saya menuruti rekomendasi kuljner teman saya. Pun kami meluncur ke daerah Tanjung. Mentari sudah menaik dan udara gerah. Saya yang mengendara di depan kena protes teman saya karena terlalu pelan. 

'Kalau cepat cepat, saya nggak bisa nikmati suasana kota.' saya beralasan. Padahal saya memang takut naik motor karena terkadang sulit membedakan mana rem dan gas. 

Tanjung sudah di depan mata. Banyak warung lentog di kawasan ini. Turun dari motor, masuk ke warung sederhana saya bau tahu jika lentog ternyata lontong sayur tahu. Saya pikir apa, ya? 

Piringnya kecil yang membuat saya meremehkannya. Ketika saya mencobanya, lumayan kok. Untuk sarapan, lentog sudah cukup oke kita santap.

Tidak ada komentar