Header Ads

FURY


'Ideologi itu kemurnian. Sejarah itu kekerasan.'~Wardaddy, Brad Pitt

Norman tak pernah menyangka akan menemui peperangan yang mengguncang nuraninya. Ia yang biasanya tukang ketik militer harus menelan pil pahit melihat mayat baik tentara NAZI Jerman dan Amerika Serikat. Mau mundur, ia sudah tidak bisa lagi karena perang terus berlangsung sengit antara dua kubu.

Wardaddy, yang diperankan sangat matang oleh Brad Pitt, tak langsung mengomeli atau mem-bully Norman. Norman dan serdadu lain adalah anak anak bagi seorang Wardaddy. Brad Pitt di film ini berhasil menunjukkan karakter pemimpin yang berada pada garis depan.

Fury besutan sutradara David Ayer menceritakan usaha tentara Amerika Serikat menekan NAZI Jerman pada April 1945. Secara total, saya menilai film ini luar biasa dan layak Anda tonton. Tidak seperti film perang Hollywood lain, Brad Pitt sebagai produser sangat pintar memilih naskah film ini. Sama seperti ketika Pitt memilih film film bermutu lain.

Sebenarnya secara tema Fury sederhana. Intinya, pasukan Amerika Serikat masuk ke wilayah Jerman. Itu saja. Namun pengemasannya spesial; kombinasi perang, drama yang secuil tapi kena, musik pendukung yang ciamik, dan kisah persehabatan Wardaddy dan karib se-tank nya bisa saya katakan sempurna.

Setelah "Saving Private Ryan" punya Tom Hanks, baru kali ini saya mendapati cerita perang yang keren. Tidak Amerika sentris. Takarannya pas sehingga mencicipi Fury berasa nikmat.

Selamat buat Brad Pitt! Di film ini, Anda tidak begitu mendominasi malahan memberi ruang bagi aktor lain terutama Norman berkembang. Saya sangat suka kerja keras Anda dan kru.

Skor untuk film ini: 4,5 bintang dari 5!

Tidak ada komentar