Header Ads

LELAKI PEMBURU KACA



Masuk ke gym seperti saya layu tulang seketika. Mata saya tak mampu menerima kenyataan jika banyak lelaki melebihi perempuan berdandan di sini.

'Cewek biasanya cuma butuh cermin bedak di tasnya, ini .... kaca bermeter meter persegi diembat sama cowok cowok ganjen!' gerutu saya.

Saya tidak akan bergabung dengan mereka karena saya mengukur fisik saya tidak mampu dibebani berpuluh puluh kilo di sini. Tujuan saya kemari, melakukan semacam uji emisi otot para gymers. Apa ya mudahnya? Survei! Saya meneliti hubungan 'Cermin, Otot, dan Cepatnya Kematian'.

Begini hipotesis yang akan saya buktikan di lapangan alias arena gym tempat para lelaki bertubuh entah berpakai apa itu? Suplemen android? Bukan ... Steroid! Ya, banyak yang bilang jika para gymers memacu perkembangan otot lewat perangsang steroid. Kajian saya seperti ini:

Lelaki yang maniak pengin segera berotot besar dan padat akan melakukan tindak pintas. Ia berlatih keras, menarik atau angkat beban melampaui batas normal tubuhnya. Mustahil tanpa peran suplemen. Nah, parahnya, mereka menambah beban fisik dengan psikis lewat seringnya bercermin. Mereka selalu mengeluh 'Tubuhku kurang kering. Kurang trisepnya, bisepnya'. Tumpukan beban ini membikin para gymers terus memaksa dirinya sehingga hidup mereka dalam tekanan. Cepat mati.

Saya tidak ingin memasuki zona penilaian gym 'buruk atau baik'. Tidak ada satu olahragapun yang berhak mengatakan yang terbaik. Adanya masalah kecocokan bagi pemilihnya.

Namun di gym ini saya pengin menggali informasi:

1. Jika tak ada cermin, bingungkah para gymers?

2. Otot mereka besar, apakah sama kecoa takut? Atau jika malam malam mereka dihadang perampok alih alih melawan mereka menyodorkan tubuh buat dimangsa?

Dua itu dulu. Selebihnya eksplorasi waktu wawancara berlangsung. Bravo!

Tidak ada komentar