Header Ads

A Message in a Bottle


Selembar surat buatmu di sana. Kuapit ia dengan dua lembar kertas lain yang mulus hingga menyerupai burger. Surat cintaku ialah daging sapi yang jika kau membacanya akan kenyang membayangkan aku di sampingmu menepuk pundakmu untuk bangkit dan menciumku.

Sengaja aku tak mengetiknya dengan laptop, itu menampakkan diriku seperti cecunguk yang berpunya tangan tanpa daya. Aku menulisnya dengan pena yang tahun lalu kau hadiahkan padaku di ulang tahunku yang menuju renta. Baru sekarang kupakai teruntukmu.

Sayangku, janganlah kau tunggu surat ini di ambang pintu. Bukan pak pos yang akan menghantarkan surat yang telah kugulung dan berpita merah jambu ini melainkan debur ombak laut. Kumasukkan surat ini ke botol yang secantik parasmu dan kulabuh ke laut bersama hatiku yang terus hangat padamu. Kutata selalu buatmu.

Kuhitung hitung, surat dalam botol ini akan sampai di pantai dekat rumahmu satu minggu. Kuukur jarak kotaku dan kotamu di peta bersama kecepatan air laut dan angin yang mendorongnya. Minggu pagi bersamaan dengan matahari menggeliat ia akan hadir untukmu. Pungutlah, buka tutup botolnya, dan keluarkanlah suratku, lalu kau baca. Ah, membayangkan bibir mungilmu berkomat kamit membuatku mabuk kepayang.

Balaslah sama denganku lewat surat dalam botol, Kekasihku. Jangan SMS atau telepon yang menurutku tidak romantis. Kutunggu dua minggu lagi dari sekarang suratmu. Pun kuberlari ke pantai, mengirim suratku dan duduk sabar menunggu kabar balasanmu.


________________

Sumber gambar: beyondhonolulu.com

Tidak ada komentar