Header Ads

Penari Ular Merayu Sang Raja

Penari ular beraksi di hadapan Sang Raja. Berlenggak-lenggok, memancarkan aura magis melalui mata nakalnya, melemparkan senyum panas beraroma seks. Ular melilit kencang tubuh penari itu. Bukannya kesakitan, penari separuh baya itu mengerang keenakan. Dia seakan masuk ke dalam alam mimpi hitam. Mengandung racun, berbahaya, dan melenakan.

            Sang Raja menikmati pertunjukan panas itu. Dua orang wanita di sampingnya mengipasi dengan amat lembut. Menjaga berahi sang Tuan agar tak terlalu panas. Agar puncak kenikmatan tidak meletup. Tontonan harus dinikmati tanpa harus berakhir di ranjang asmara. Perkataan itu selalu didengungkan sang Raja untuk menjaga kesucian kerajaan.      

            Ular python terus melilit sang penari. Kali ini semakin kuat. Penari itu jatuh tersungkur. Menggelinjang-gelinjang tanda meminta pertolongan. Sang Raja terkekeh karena penampilan sang penari malam ini tidak seperti biasa. Mulut penari itu terbuka lebar mencoba meraih napasnya. Derai tawa mengucur dari mulut sang Raja. Sungguh tontonan baru penuh ekspresi. Penari itu lalu terdiam. Sang Raja bertepuk tangan puas melihat adegan indah yang ditampilkan si penari.

           

Tidak ada komentar