Praktik Apartheid Bangsa Rindunesia
Apakah kita sebagai sebuah bangsa telah lepas dari praktik apartheid? Kalau boleh saya berpendapat, maka saya dengan lantang mengucapkan “Kita lebih apartheid dibandingkan Afrika Selatan”. Ya, memang kenyataannya seperti itu. Saya akan menunjukkan satu per satu.
- Pembakaran aset aliran agama tertentu. Jika sudah diputuskan sebagai aliran sesat, kita bisa menerimanya secara lapang dada. Berusahalah membimbing saudara-saudara kita agar kembali menjadi “apa yang kita inginkan”. Bukan lantas membakar rumah, mencela, atau bahkan menghalalkan darah mereka.
- Tindakan barbar bernama ujian negara. Semua siswa diharuskan menelan pil kematian bernama uji kelulusan pendidikan. Ini tak ubahnya sebuah praktik “algojo”. Kerja keras siswa selama tiga tahun hanya diukur dari keberhasilan “tiga atau empat hari”. Para elit pendidikan telah membuat kebijakan diskriminatif dan menyamaratakan siswa pulau tertentu dengan pulau lain.
- Pengabaian hak-hak buruh kontrak. Pembedaan secara blak-blakan, bahwa pegawai tetap adalah harga mati bagi sebuah kreativitas. Dan menganggap buruh kontrak adalah manusia kerdil yang musti ditekan dengan segala kebijakan satu arah.
- Pendidikan hanya berhak dinikmati oleh orang kaya. Bagi orang miskin, secerdik apapun, tinggal bermimpi saja.
Rindunesia memang masih terus berbenah dan mencari bentuk. Tapi selayaknya kita belajar bahwa yang berkewajiban menghilangkan praktik “ganjil” di atas bukan hanya pemerintah, melainkan seluruh warga negara. Atau ini menunjukkan ketakwarasan kita sebagai sebuah bangsa. Elit yang buta ditambah warganya yang tuli? Semoga kita bisa belajar banyak. Dan penulis akan belajar banyak daripadanya.
yah namanya juga dalam taraf belajar. mohon maklum. makanya semua pihak harus berpartisipasi. dari diri kita sendiri juga :)
BalasHapuscayo kita bisa!
BalasHapusaku juga pengin kayak mas Nelson ko .... hehehe
wah itu impian semua orang dong ...
BalasHapusiya enakan kontrak aja
tapi btw stw mtp, kok banyak yang ngributin status kontrak ya
ya dah kalau ga mau ya ke luar
gitu aja ko ngesot heheeh