Header Ads

HUJAN di EMPER MASJID


Hujan mendorong saya melipir ke sebuah masjid. Kebetulan, saya membatin. Sudah beberapa bulan ini saya tidak shalat. Saya terus terang protes sama Tuhan karena tak kunjung kaya. Namun kecelakaan motor yang nyaris merenggut nyawa saya sejam lalu membuat saya berubah pikiran: Saya musti mendekat pada Tuhan.

Dan hujan yang membalikkan keadaan itu! Awalnya saya enggan, masih malas menyapa Tuhan biarpun mengambil air wudlu. Tapi hujan dengan gemericiknya seakan memanggil manggil saya dan berkata:

'Tuhan salah apa sih, Dan!' bujuknya. 'Akurlah kalian. Tuh lantai masjid licin mengilap dan harum. Ayolah tapakkan kakimu sebentar ... saja!'

Bujuk hujan terus dan terus mengalahkan cerewet si dosen Teknologi Beton di kampus saya. Saya tak tahan hanya untuk mendekam menunggu hujan reda. Saya bangkit, meneguhkan hati, dan shalat bermaksud berbaikan dengan Tuhan.

Tidak ada komentar