Header Ads

~The Adventure of Big Riezky~ 3D Cinema, Popcorn, and Orange Juice


Tawaran Riezky untuk ke pantai sudah berkali kali padaku. Kutolak. Aku lebih suka gunung yang di sana aku bebas memutarkan tubuh, merentangkan tangan seperti patung Yesus di Rio de Janeiro, dan menghirup udara segar sepuasku. Puncak gunung mengajariku cara memandang yang utuh.

'Kau pikir Pantai Seruni nggak kita naik gunung?' tanya Riezki. 'Ada dua bukit yang musti kita taklukkan!'

'Oya?' Ganti aku yang bertanya.

'Buktikan saja. Mau atau tidak?'

'Mau!'

Dia mengeluarkan dompetnya. Tebal. Warnanya yang cokelat mengilat menimbulkan gairahku untuk merampasnya. Atau, suatu waktu jika ia lengah kucopet. Tapi aku masih punya nurani untuk tidak berbuat tercela. Dasar Negara Pancasila tidak menyuruhku seperti itu.

'Kau pikir aku akan mentraktirmu, Mas Danie?' Ia mengeluarkan lembaran uang merah. 'Buat bayar SPP kuliah!'

Kutelan ludah rusuh, kusembunyikan muka penginku. Ia tertawa kecil dalam maluku.

'Sama siapa lusa?' tanyaku mengalihkan topik pembicaraan.

'Bayu, Luna, sama Rosa!' jawab Riezky sembari mengipas ngipaskan uangnya puas.

Meteor seperti menimpuk kepalaku. Ujung anusku berasa terbakar. Bayu? Dia musuh besar di capoeiraku. Bukan dalam arti harfiah. Hubungan kami unik. Dia usil sangat dan kuladeni setiap gerakannya.

'Kenapa?' tanya Riezky.

'Tidak.' jawabku.

'Ada Luna sama Rosa, kan? Asyik! Oya, kita nonton film 3D yuk!'

Kuingat ingat kembali isi dompetku. Tadi pagi bayar listrik habis 50 ribu, beli kompor gas buat bikin air panas kalau pulang kerja malam. Masih tersisa seratus ribu.

'Film nya manut aku ya, Mas Danie!' seru Riezky.

'Apa?' Aku bertanya.

'Suster Ngesot Keramas.'

'Ada film horor Indonesia yang 3D?'

Riezky bercecak mulutnya. 'Itu bukan horor. Film religi!'

'Siaplah!'

Berjalan kaki menuju XX1, aku masih bingung kenapa Riezky mengajakku nonton film berdua. Aneh rasanya, khawatir ia akan menerkamku di dalam, mengunyah, dan mencabikku. Ia meminta uang nonton padaku, menuju loket, dan kembali dalam wajah tertekuk. Kecewa.

'Kita dapat kursi depan sendiri! Sial!' Katanya. 'Tak masalah. Kita beli popcorn sama orange juice.'

'Alamak. Kau makan terus.' protesku.

'Aku yang bayar!'

Aku pun diam. Itu yang paling kutunggu darinya.

~~~~~~~

Mengobrol teduhlah kita di www.rumahdanie.blogspot.com

Sumber foto: Daniera

Tidak ada komentar