Header Ads

Nyawa: Child in Paradise

Tuan Bara berujar anaknya adalah buah tersegar dari surga. Otaknya brilian, berbadan sehat, tak pernah sakit, dengan kebijaksanaan yang melesat melebihi para dewasa. Setiap yang tak diketahuinya, gadis kecil pujaan hati Tuan Bara selalu bertanya. Apapun itu. Tentang binatang terkecil di bumi, gedung pencakar langit paling angkuh, atau manusia tak normal tapi terkenal karena kecilnya ukuran tubuhnya. Dan Tuan Bara selalu menunjukkan kelebihan anaknya, di hadapan orang orang. Tentu dengan melebihkan barang sedikit. Dibumbui cerita pemanis sehingga lebih bombastis.


Gadis kecil itu bernama Nyawa. Bergaun setiap hari berwarna putih.

'Kesukaanku', gadis itu menjawab.

'Seperti melati, harum.', sekali lagi ia menjawab.

Suka bermain tali, berlari mengejar bocah lelaki sebayanya, juga bernyanyi lagu kanak kanak. Bukan tembang dewasa yang sejatinya bukan untuknya. Ia sayang dengan ayahnya. Tapi seringkali menggerutu. Baik di dalam hati, atau langsung diungkapkannya.

'Ayahku cerewet!'

Nyawa bisa merasa. Di mana sang ayah berkata jujur, atau bagian kalimat mana yang bohong. Ia sangat peka. Nalurinya tajam. Menangis adalah jurus dirinya untuk memrotes jika keganjilan ditunjukkan padanya. Sampai berjam jam jika ada dusta. Dan itu membuat Tuan Bara kelimpungan. Karena istrinya, ibu Nyawa, sudah meninggal mendahului mereka.


Tuan Bara terhenyak. Menyadari jika selama ini ia bergerak menjerumuskan anaknya. Mengajarinya berbuat tidak baik. Mengumbar kesombongan, yang akan ditiru oleh Nyawa. Dan gadis kecil itu menolak. Tak ingin berlaku kasar pada dunia yang menerimanya. Melalui Tuan Bara dan sang Nyonya yang sudah dipangku Tuhan.


Benarkah si Nyawa berasal dari surga?

Entahlah.


Meribut di www.andhysmarty.multiply.com


Tidak ada komentar