Header Ads

Final Liga Sepakbola Gajah Indonesia 2010 bersama Inspektur Vijay

Menonton sepakbola gajah di Lampung. Dipimpin oleh seorang wasit. Gajah gajah dari dua kubu gemuk gemuk. Wasitnya tidak begitu gemuk. Cukup berlari kencang, tanpa terengah engah. Kami menyaksikan dari tribun atas. Bersama Kepala Polisi Vijay. Kumisnya tebal, dengan seragam yang sangat mengerikan. Jangan ditanya bentuk postur tubuh si Kepala Polisi. Tak beraturan. Seperti kurva yang saling berpotongan. Ruwet. Perut melejit melebihi ibu ibu hamil, senyum amatlah parah dengan bibir hitam tanda perokok berat. Vijay memang sangat tak proporsional tubuhnya. Belum lagi teriakannya kalau Tim Gajah A berhasil menguasai bola. Seperti manusia purba yang baru saja masuk ke Dunia 2010.

'Ayo Jah. Masukkan!' teriak Kepala Polisi Vijay.

Saya berpikir, apakah Jah yang dimaksud itu si Ijah, TKW sebelah rumah yang nyaris mati dihajar oleh Majikannya di Malaysia.

'Aku tunggu jandamu!' suara nyaring dari belakang tribun. Vijay jelalatan mencari si pengembus kata kata khas para sopir truk antar provinsi itu. Si tersangka tak didapat.
'Siapa yang tadi teriak tadi?' Semua diam. Tunduk kepada amarah si Vijay.

Hari ini Tim Gajah Perempuan melawan Tim Gajah Lelaki. Memperebutkan trofi emas 'Vijay Cup'. Ah, tentu saja Kepala Polisi amat antusias. La wong ini piala dia. Dan tentu saja, kredibilitas dan moral pertandingan sangat ia jaga.

Tim Gajah Perempuan berkostum merah dengan rok yang menjuntai ke arah pantat.

Tim Gajah Lelaki memakai kaos Manchester United. Tampak gagah.

Para penunggang tampak bersemangat. Berusaha maksimal untuk memenangi pertandingan.

'Ayo Jah! Masukkan. Tolol benar kalian.' Lagi lagi suara Kepala Polisi Vijay.

Pertandingan semakin seru. Para gajah bertubrukan. Wasit kebingungan harus memberi kartu apa jika terjadi benturan. Ia tak mau dekat dekat, takut diinjak. Dan kejadian vatal yang dikuatirkan sang wasit benar benar terjadi. Gajah gajah perempuan ngambek. Diledek oleh gajah gajah lelaki. Dari geliat tubuh gajah perempuan menandakan terjadi aksi pelecehan seksual. Sama percis dengan adegan seorang lelaki eksekutif menggerayangi payudara perempuan di Bus TransJakarta. Sepertinya para binatang itu mengadopsi perilaku tuannya.

Wasit memberi kartu merah kepada Tim Gajah Lelaki.

'Wasit pekok. Dungu. Hentikan pertandingan ini!' teriak Kepala Polisi Vijay.
Mendadak Vijay turun ke lapangan. Senyap. Penonton yang tadinya bergemuruh spontan diam.
Vijay mendekati wasit dan menampar.
'Kau tahu. Memberi kartu merah ke gajah, itu tindakan barbar!'
Menerocos tak tahu rimba. Terus dan terus. Wasit tak berkutik. Dan akhirnya pertandingan dihentikan. Akibat sang penguasa sepakbola gajah. Inspektur Vijay.





























Tidak ada komentar