Header Ads

Akulah Gatotkaca Edisi Republish

    Kawah Candradimuka merebusku, hingga aku menjadi empuk. Daging yang menutupi tulangku siap untuk dinikmati. Otakku yang bebal perlahan namun pasti menjadi terarah, dihidangkan teruntuk para pencecap. Kulitku yang keriput berubah drastis, melembut, dan enak dilihat. Ini sebuah pendidikan yang membuatku berubah, mulai dari cara berpikir, penampilan yang menuntuk keeleganan, dan berlaku di tengah masyarakat.  
    Aku masih mencari tahu, apakah ini sesuai dengan pribadiku. Terlalu menusukkah perbedaan yang kutemui, atau justru ini yang kubutuhkan. Tak terlalu berpikir sejauh itu, setidaknya aku mendapat suasana yang kurasa baik untuk perkembanganku. Didikan yang kejam selayaknya kuperoleh agar kebrutalanku sedikit teredam. Menarik napas sebentar untuk melangkah lebih jauh, menapaki terjal dan curam lembah yang berlumut.  
    Sejak kumemutuskan untuk memilih jalan baru ini, aku merasakan suatu gairah yang berbeda. Menghasilkan juga menangkap ide, terkadang melelahkan dan menjemukan, tapi itu sebuah risiko. Hidup harus memiliki keinginan untuk memintal benang menjadi kain yang bermotif, cerah dan menyegarkan pemandang. Segala memori, indah dan kusut, meluap saat aku belajar di tempat ini. Merangkainya menjadi sebuah alunan kisah yang meneriakkan getir dan ceria. Aku belajar menyusun serpihan hatiku--masa kecil yang sempurna, remaja yang datar, dan dewasaku yang bergejolak--berusaha merapatkannya. Di sekolah ini.  
    Kadang aku berpikir, mengapa aku mendapatkan kesempatan langka ini, bukan insan lain. Tuhan Maha Bijak dengan segalanya. Dulu aku berkeluh, Dia menunjukkan. Akhirnya kuberkaca jika tak berhak aku menerbitkan gundah gulana dan mengutuk Tuhan, tak boleh sekali-kali. Justru inilah jalan yang Dia pilihkan, untukku. Dia memberi kepercayaan kepadaku, menguji ketetapan hatiku, apakah aku mampu bertahan di dalam kawah ini, sekolah ini. Jika aku bisa menunjukkan kelebihanku, niscaya keterampilan dan cita-citaku bisa tercapai. Mungkin rahasia ini yang harus kuurai.  
    Di sekolah ini, aku belajar banyak. 

2 komentar:

  1. Ah!!! Aku juga ingin direbus!!!
    * mengoleskan minyak jelantah ke sekujur tubuh *

    BalasHapus
  2. Mari he ke mari ...
    Pasti kamu kena ambeien!

    BalasHapus