Header Ads

Ayat-ayat Tukang Salon Seksi (Mega Bestseller Asia Tenggara)

Aku tukang salon. Gaya dandananku menor dengan rambut berwarna merah menyala. Tubuhku seksi berbalut pakaian transparan. Lekuk-lekuk tubuhku terlihat memesona. Mengerjapkan mata orang yang bersedia menantangku. Aku memainkan peranan hidup sebagai tukang salon binal. Bukan termasuk golongan pemilik salon santun.

            Pegawaiku lima. Lelaki dua, perempuan tiga. Gaya mereka aku samakan, supaya kompak dan sedap dipandang. Mulai dari potongan rambut, baju, dan kelakuan, aku samakan. Enak dilihat yang pasti. Sebelum kubuka salon penuh gairah ini, aku ajari mereka bagaimana cara bertingkah laku di depan langganan. Cara berjalan, berucap, memegang kepala, dan menawarkan guyonan-guyonan segar. Semua ada aturannya. Melayani pejabat dengan orang biasa terdapat perbedaan. Dan itu mutlak dipenuhi oleh semua karyawanku. Lima bersaudara dalam satu penderitaan.

            Layanan yang kami berikan adalah sebagai berikut:

  1. Facial untuk pejabat korupsi. Menggunakan krim saus pedas, saus tomat, atau kecap manis. Harga bisa ditawar, tergantung kesepakatan.
  2. Potong rambut untuk pejabat korupsi lagi. Menggunakan alat potong kebun. Kesalahan sedikit, semisal memotong leher pelanggan, tidak garansi.
  3. Manicure and padicure. Biasa saja tak ada yang spesial. Sama dengan salon-salon biasa. Kami memegang teguh kesopanan kalau dalam servis ini. Kami takut jika sewaktu-waktu para tentara meminta pelayanan seperti ini. Sekali salah memotong kuku, tonjok dan tendang. Bisa-bisa keseksian kami luntur oleh tindakan a la militer mereka.
  4. SPA. Sedang kami persiapkan. Tunggu peluncurannya beberapa hari mendatang.

 

Terima kasih atas perhatian Anda. Sila berkunjung ke salon kami, Salon Martha Tilar Dunya.

Tidak ada komentar