Header Ads

JANGAN BERTAHUN BARU di JAKARTA!


Heboh buli 'Bekasi Lain Planet' di jagad twitter sudah meredup bahkan hilang. Waktu itu, netizen beramai ramai mencemooh betapa Kota Bekasi berjarak ribuan tahun cahaya. Memang benar! Saya pernah ke rumah saudara di Bekasi Timur, naik angkot berkali kali dari Tangerang, total perjalanan hampir lima jam. Bayangkan, padahal Tangerang dan Bekasi dekat.

Naik angkot lamanya setengah hidup. Saya tertidur, bangun bangun masih saja terjebak di kemacetan. Rasanya, saya pengin memilin leher si sopir tapi apakah kala itu saya mundur untuk mendarat di Bekasi? Tidak! Jauh ya biarlah.

'Secara pribadi, saya memohon maaf telah ikut membuli Bekasi. Tiap berkenalan dengan teman baru, ia mengaku orang Bekasi, celetuk saya "Oh, Bekasi lain galaksi itu, ya?"'

Semustinya saya sadar jika ucapan saya menyakiti kenalan saya di luar ia senyum senyum. Hatinya pasti perih. Saya tahu tindakan saya salah karena buli akan terus menghantui sepanjang kita hidup. Meninggalkan jejak terburuk.

BALAS DENDAM?

Nah, jelang tahun baru 2015, agaknya walikota Bekasi Rahmat Efendi melakukan balas dendam terhadap aksi buli kota yang ia pimpin. Sebenarnya waktu kejadian, si bapa juga telah memberi instruksi agar warganya tak tinggal diam sembari membela ini itu jika kotanya telah berkembang pesat. Tapi, semuanya tenggelam oleh buli yang meluap luap. Sekarang, pembalasan yang sesungguhnya.

"Tidak perlu keluar, misalnya ke Jakarta. Yang ada malah menambah kemacetan nantinya," ujar Rahmat kepada Tempo, Selasa, 30 Desember 2014.

Olala, bagaimana dong pemasukan Ahok dan jajarannya? Bisa berkurang drastis turis dari Bekasi ke Jakarta. Apakah ini semacam boikot dan konspirasi agar pamor Jakarta digantikan Bekasi? Atau, Bekasi punya target jadi ibukota NKRI?

Alasan Pak Rahmat sih agar tidak menambah beban jalan di Jakarta. Biar warga Bekasi tak berkontribusi akan kemacetan pada pergantian tahun. Toh, ada acara Car Free Night yakni Car Free Day versi malam di Bekasi. Aih, sebegitunya pak walikota menginstruksi warganya. Mau berpesta ke Jakarta, Jogja, Bali, Banyuwangi, terserah warga dong. Kayanya Bapa masih sakit hati dan menganggap penyebar buli kemarin orang Jakarta kah?

Bekasi, oh Bekasi. Apapun itu, kota ini juga punya kita. Kalau Anda belum pernah merasai betapa jauhnya Bekasi padahal dekat, segeralah meluncur ke sana. Ada keajaiban yang siap Anda lumat. Lalu, rupa Pak Rahmat Efendi seperti apa kah? Tidak beken atau takut kena buli dianggap alien?

Tidak ada komentar