Header Ads

BUBUR NAIK HAJI

Kepulangan Mak Ijah dari Tanah Suci Mekkah membikin seluruh keluarga bersuka ria. Rio sang anak tak mampu menahan derai air matanya. Kerja keras Mak Ijah sebagai tukang bubur berbuah gelar hajjah.

'Saya sudah khawatir Emak meninggal di Mekkah,' kata Rio dalam matanya yang berkaca kaca. 'Bermalam malam saya punya firasat itu. Diseruduk onta lah, Emak tercecer dari grup jamaah lah. Banyak mimpi aneh saya.'

Rio sering tak mampu mengontrol ucapannya. Barusan yang ia bicarakan sesuatu yang tak patut dan aneh.

'Selama sebulan penuh, berarti Anda meneruskan usaha jualan bubur ayam si Emak, Mas Rio?' tanya seorang jurnalis yang kebetulan meliput di rumah Emak Ijah.

Rio mendengus dan berkata relaks, 'Nggak. Ya itu, sehari setelah Mak berangkat ke Mekkah, saya bikin nasi banyak banget. Sampai sekarang masih utuh. Nunggu emak sampai rumah biar dia jadiin bubur!'

Tidak ada komentar