Header Ads

Ijah sang TKW, Hitler, Jojon, dan Muhaimin Iskandar

Ijah TKW asal Temanggung mendapat ancaman hukum berat justru masyarakat Indonesia tertawa. Terbahak bahak. Serasa dunia berbolak balik. Jika biasanya banyak yang meradang, terenyuh, iba, Ijah adalah perkecualian.

Dan Ijah berhasil minggat dari juragan Malaysianya, balik Indonesia lewat perjuangan sengit.
**

Didampingi Silitonga pengacara beken ibukota spesialis masalah TKW, Ijah menutupi mukanya masuk ke Kantor Kementerian Tenaga Kerja.
‘Mana Pak Menteri!’ ucap Silitonga dalam nada tinggi.
Resepsionis berkelamin perempuan kaget tapi masih ramah menanggapi.
‘Mohon maaf dengan Bapak Siapa?’
‘Bah. Anda tidak kenal dengan saya. Seantero Jakarta semua kenal! Mana Pak Menteri!’
‘Beliau sedang rapat. Ada kepentingan apa Pak?’
Silitonga melotot. ‘Penting. Sangat penting. Klien saya sudah dilecehkan negara lain.’
‘Maaf Pak. Silakan Bapak menunggu di sana,’ resepsionis menunjuk ruang tamu. ‘saya menghubungi bagian yang bisa membantu.’

***

Silitonga dan Ijah duduk. Gelisah ingin segera bertemu
Pak Menteri.
‘Bu Ijah, tenang saja kasus akan kita menangkan.’ kata Silitonga sembaru garuk garuk kepala.
‘Saya malu.’ jawab Ijah. ‘Kemana mana saya harus tutup muka. Orang sudah tak peduli saya lagi.’
‘Tenang Bu. Semua bisa diatasi.’
Mata Ijah tampak menaruh harapan besar pada pengacaranya.

***

Lima belas menit berlalu. Seorang lelaki berumur kira kira sama dengan almarhum Michael Jackson menyambangi Ijah dan Silitonga.
‘Pak Menteri ya!’ Silitonga berteriak.
‘Bukan. Saya asistennya. Perkenalkan saya Asep.’
Dari namanya, jelas ia orang Sunda. Tapi tunggu, ada nama belakang: so. Asep So.

Bukankah itu merek sabun? Atau barangkali si ayah Pak Asep adalah penggemar acara Asep Show? Atau si ibunya dulu ngidam makan sabun itu? Atau gelar Sarjana Olahraga? Entahlah.

‘Begini Pak Asep. Saya Silitonga. Klien saya disiksa majikan Malaysianya.’
Asep menyipit matanya. ‘Wah Bapak harus mengisi laporan. Sebentar saya ambil surat surat yang musti Bapak isi.’
Ijah kebingungan. Menyikut pengacaranya.
‘Loh bagaimana sih! Saya pengin tuntas. Mana bos Anda! Saya mau lapor!’ teriak Silitonga.
‘Ada prosedurnya Pak.’ Asep berkata pelan.
‘Bu Ijah. Tolong buka cadar.’
Ijah menunduk.
‘Orang Malaysia itu kurangajar. Masa bibir atas Bu Ijah ditato hitam. Mereka penggemar Hitler. Sampai sampai Jojon pelawak kita disangka reinkarnasi Hitler. Pembantu Indonesianya jadi sasaran pas marah.’

Asep cekikikan sambil berlalu melapor ke Menteri Tenaga Kerja yang entah di mana.

________

Meribut di www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di www.facebook.com/DannieTravolta

Tidak ada komentar