Header Ads

Juru Selamat yang Manusia

Diselamatkan bukan oleh Juru Selamat. Tidak. Ini urusan duniawi. Bukan melulu surgawi. Karena, setelah ditelisik, akherat berawal di bumi. Di sinilah kita hidup, mengenal Tuhan, dan mencari Dia yang Maha Rahasia.


Juru Selamat itu berujud manusia. Beranak, berorang tua, dan makan serta minum. Setara dengan manusia, saling memberi saling menunjukkan kesalahan, juga meneriakkan kebenaran secara lantang. Tanpa basa basi.


Jadilah kita bermakna di mata Tuhan.


Tidak sekadar membaca kitab kitab suci. Menerapkannya, mempraktikkan, itulah tujuan yang seharusnya. Jangan bertekuk di pojok kamar, menaklukkan tuhan dengan kalimat yang mendayu dayu. Dengan hujan tangis yang tak henti, lalu tertidur bermimpi bertemu sang Nabi. Lalu mengumbarnya kepada tetangga,  jika pantaslah ia masuk ke surga. Itu hanya fatamorgana. Dan harus dilenyapkan pikiran seperti itu. Imaji gelap. Beralihlah ke cahaya. Mencarilah. Menemukannya. Segeralah.


Juru Selamat adalah kita sendiri. Dan manusia manusia yang bersinggungan dengan kita. Tak ada yang lain. Tuhan membebaskan diri kita untuk berekspresi, tentu tanpa berlebihan. Mendekati tuhan dengan akal, tidak gelap mata.


Meribut di www.andhysmarty.multiply.com


Tidak ada komentar