Header Ads

Ngayogjazz 2011: Jazz yang Membumi

Kategori:Musik
Jenis      :Jazz
Artis       :Tohpati, Glenn Fredly, Syaharani, dll

Paman Pawang Hujan berjuang keras. Sulit menahan angin untuk mengguyur Bumi Bantul. Padahal ini malam minggu. Muda mudi sudah siap meluncur ke lokasi. Menikmati ajakan untuk sekadar berdendang. Ya, menyaksikan musik jazz dari musisi kebanggaan tanah air. Apa daya, hujan baik besar atau kecil, lolos juga dalam frekuensi kerap.

Yogya menuju Bantul. SMS dari teman tepat menyalak pada pukul 9 malam. Dan itu terlampau larut untuk ukuran konser.

'Acara baru dimulai. Syaharani mau tampil. Tohpati segera unjuk kemampuan. Glenn Fredly siap.'

Pasukan dari Yogya yang sudah menunggu lama karena berteduh dengan sigap merespon. Menyasar berharap hiburan gratis bin berkualitas tak akan terlewatkan.

Pabrik Gula Madukismo ke arah barat sekitar 500 meter. Oke, di situ sudah ada umbul umbul 'Djarum Super berjejer sepanjang jalan. Dan apa yang terjadi? Tempat konser adalah pelosok desa. Unik dan tak terbayangkan. Jazz yang semula berkesan elit dan eksektutif, ditawarkan oleh penggagas acara Jaduk Ferianto dan empunya rumah Ki Joko Pekik menjadi hiburan yang ramah bagi semua lapisan. Menyenangkan begitu kesan yang bisa ditangkap.

Ada beberapa panggung. Syaharani di sana, Tohpati di sini. Dan Tohpati menjadi pilihan karena musiknya yang lebih imajinatif. Permainan si Anak Muda bersama grup 'Bertiga'nya sangat membuai. Cerdas, bertenaga, dan menembus batas tak nalar. Jari jarinya lincah. Dua personel lain, penggebuk drum dan pemain bass juga tak kalah seru. Sangat kompak, dan bisa ditunggu karya mereka di album terbaru mereka. Wah, ada lagu yang berjudul 'youtube'. Tohpati menyebut lagu terakhir itu dengan asal. Karena ia mengaku belum memberi sebutan baginya. Entah benar atau tidak, tak masalah. Mungkin itu sekadar pancingan. Pantas ditunggu.

Jatah Tohpati dan grupnya habis. Sebetulnya masih kurang. Berharap suatu saat nanti menyaksikan konser tunggal Tohpati. Suatu saat. Dan selanjutnya berganti penampilan si Glenn Fredley.

Apa komentar yang pantas bagi dia?

Serasa seperti berada di ranjang tidur. Lagu lagu yang ia dan band nya bagaikan musik pengantar tidur. Terlalu feminim dan ucapan ucapannya di sela antar lagu terkesan bersifat merayu. Gombal banget. Padahal muda mudi sudah mulai masuk ke suasana. Dan, semangat mereka musti disulut. Tidak malah dihipnotis dengan lagu melankolis bin bikin air mata meleleh terus penontonnya meraung raung.

Untuk Glen Fredly: 5 bintang dari 10.

Bagaimana dengan yang lain? Hujan membuyarkan semuanya. Tahun depan akan dibayar tuntas. Entah oleh musisi siapa lagi. Yang pasti, Jazz perlahan menjadi musik rakyat. Musik yang tidak lagi berkonotasi pemberontakan. Tapi, musik eksplorasi kreatif progresif yang ramah bagi segala lapisan masyarakat.

Semoga. Karena Jazz adalah pelajaran tentang harmonisasi. Instrumen musik saling mengisi, masing masing berdiri sendiri namun menyatu. Dan satu yang pasti, terdapat kesan saling memberi dorongan motivasi saat JAMZ.

Selamat berulang kali bagi Yogja. Yogjazz.

Meribut di www.rumahdanie.blogspot.com

Tidak ada komentar