Header Ads

Bela Negara yang Enggan

Dibantai oleh tentara. Dididik di kamp militer, dijejali dasar dasar bela negara dengan amat kasar. Dibentak, disuruh ini itu, dan harus diterima perintah itu tanpa boleh bertanya apalagi melawan. Jika itu kita lakukan, dijamin sepatu boot dan lars senapan masuk ke dalam mulut. Semua harus serba cepat, tangkas bertindak, jika tidak masuklah kita ke kubangan lumpur selama satu malam. Dan anehnya, para pelatih seakan puas memelototi, bersiul siul diselingi isapan rokok yang dalam dalam.

Bela negara yang tak aku sukai. Model apakah ini. Memang, fisik menjadi kuat. Tapi, pikiran kacau tak mampu dibuat berpikir. Lalu, apa bedanya dengan para ksatria berjubah bernama prajurit? Mengapa harus rakyat jelata dikenalkan dengan dunia militer? Tentu ada dua alasan yang saling melengkapi. Ah, sulit untukku berpikir. Serasa menjadi robot. Dan peluit pelatih menyalak. Sebentar lagi harus berkeliling lapangan sebanyak seratus kali.

Sabar, bela negara ini cuma satu minggu. Setelah itu, aku bebas menjadi warga biasa yang bisa berekspresi. Tanpa harus mengadopsi disipling berbasis kekerasan seperti di militer. Kuanggap sebagai pengalaman saja. Mencintai negara tidak harus dengan menjadikan kita petarung. Biasa saja, santai apa adanya. Karena mencintai itu tidak harus dikarbit. Biarkan rasa itu muncul sejalan dengan tindakan nyata kita.

Maaf kepada para tentara di seluruh negeri.
Bagimu tugasmu, bagiku kewajibanku.

Meribut di www.andhysmarty.multiply.com



Tidak ada komentar