Header Ads

2 Algojo Keadilan: Metro TV dan TV One



Jika keadilan tidak ada di negeri ini, aku sangat memahami. Butuh waktu yang lama untuk menjadi bangsa bermartabat dengan hukum sebagai garis paling depannya. Kita baru 66 tahun bermandiri. Dahulu kita terpecah pecah oleh yang bernama kerajaan. Dan menyatukan berbagai macam otak dengan kemampuan yang berbeda, tidak serta merta mengedipkan mata.

 

Hukum adalah barang tabu, layak dicibir tapi dinikmati dengan sembunyi sembunyi oleh mereka yang bermoral biadab. Penjahat banyak, kyai dan ustaz juga pendeta tak henti hentinya berteriak lantang. Semua terus seru, tak tuntas, karena dunia adalah kesetimbangan. Kebaikan dan keburukan saling beradu. Itu adalah hukum alam.

 

Negeri muda ini tengah bergerak. Mencari bentuk apa yang sesuai dengan karakter dan jati diri kita. Hakim masih meraba raba siapa yang salah dan benar, menghukum si fulan dan si bunga dengan ganjaran yang kadang tertukar. Atau jaksa menuntut kelewat tinggi, lalu tak segan meminta bayaran, disuap dengan wajah yang menyeringai. Polisi pun asyik bergoyang di layar youtube, selanjutnya mencari pembenaran di media dengan keberhasilan mereka memberantas teroris.

 

Dan, media beringas di negeri kita. Berlomba lomba menyajikan fakta yang sedikit dibumbui cerita khayalan. Mendatangkan mereka yang bertikai ke studio, direkam secara langsung untuk dinikmati dengan mata melotot oleh seluruh lapisan warga. Dan semua menyukai umpatan, cibiran, dan debat yang mereka anggap berkelas. Dengan moderator yang bergaya cerdas, semua pelaku dalam kasus menjadi lebih seksi di mata publik.

 

Metro TV dan TV One adalah dua stasiun pengusung berita. Memang kehadiran mereka sangat dibutuhkan untuk menyeimbangkan bisnis hiburan yang benar benar telah berubah zombie. Mendidik masyarakat menjadi pandai dan kritis. Tapi apa yang terjadi?

 

Metro TV dan TV One menjadi pengadil. Seperti hakim, jaksa, dan polisi. Tiga profesi dirayah, digagahi. Secara tidak sadar, dua stasiun itu telah menggiring penonton untuk berasumsi, mengambil keputusan, tanpa memberi kesempatan pemirsa untuk belajar dengan bijaksana.

 

Rating adalah segalanya bagi mereka, Metro TV dan TV One. Tapi, jika porsi pengadil sudah ada pada mereka, tinggal menunggu BINASA saja hukum di negeri ini.

 

______________

Meribut di www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di www.facebook.com/Dannie.Travolta

2 komentar:

  1. Tulisan yg bernas!
    Sekedar tambahan, kedua media tv news itu pun begitu sarat dgn muatan kepentingan... Menjadi corong golongan tertentu untuk menggiring wacana, pola pikir dan bahkan cara pandang awam.

    BalasHapus
  2. Betul Bang Ziyad.
    Apa yang musti kita lakukan ya? hehe

    Eh tapi kita punya pilihan juga ding. Memilih channel mereka, mematikan, atau yang lain lain ding hehehe. Ayo ayo.

    BalasHapus