Header Ads

Menggarap Purwodadi Grobogan sebagai Destinasi Wisata Magis

Lupakan jalanan menuju dan ke luar Negeri Purwodadi yang sensasional; berkubang dan membuat tak nyaman para pengendara. Itu hanyalah setitik noda di antara potensi tersembunyi di Grobogan. Kota Magis. Ya, kota misterius yang siap dipromosikan anak anak negeri.

Kami bukan ateis. Agama, NU masih mendominasi nadi. Puja puji ke Allah dalam bimbingan para Kyai terus membahana. Di acara pelepasan kematian sanak kadang, pernikahan, khitanan, Kyai menjadi pusat berputarnya arus kesalehan. Percaya kebesaran Allah, tapi kami tetap mengakui ada dunia lain yang wajib diimani juga. Tak harus dimusnahkan. Bagi kami, dunia magis adalah satu pengisi jiwa penyambung moyang. Menghargai mereka yang telah lebih dahulu memberi warna dunia.

Makam Ki Ageng Sela, penurun raja raja di Jawa, ada di Purwodadi. Manusia agung yang dijunjung tinggi ini dikabarkan mampu menjinakkan petir. Menangkap dengan tangan. Dan uniknya, kawasan Purwodadi nyaris tak pernah berpetir. Memang perlu riset pendukung kebenaran ini. Namun, aset besar makam Ki Ageng Sela layak dipoles dan dikemas secara komersial menjadi destinasi wisata yang seksi.

Ada lagi, Api Abadi Mrapen. Peringatan Waisak, PON, menjadi bukti sinar Kota Purwodadi sejatinya menyebar ke seluruh Nusantara. Sumber api yang tak pernah padam ini didampingi Batu Bobot. Konon barang siapa mampu mengangkatnya di atas kepala dalam satu tarikan napas, segala permohonan dikabulkan yang Esa.

Jika Lumpur Lapindo menasional, Purwodadi memiliki hal serupa. Bledug Kuwu. Tak ada yang dirugikan. Warga sekitar Bledug justru terhidupi dengan bertani garam. Grobogan lebih manusiawi bukan? Cerita yang berkembang, di tempat inilah Baru Klinthing menyembul dari tanah saat mencari Aji Saka, ayahnya. Rasakan sensasi Bledug yang super panas.

Tak ada kata terlambat buat Kabupaten Grobogan dan Purwodadi ibukotanya.


Meribut di www.andhysmarty.multiply.com

Terbaru di www.duniasirkusdannie.wordpress.com

Menggaul di www.facebook.com/DannieTravolta

Tidak ada komentar